Absentnya Semangat
Sejauh ini kemalasan adalah pembunuh waktu yang paling kejam. Merangkul erat kemalasan sama saja dengan merangkul kemiskinan, kemelaratan, dan kebodohan. Kalau tak satu pun hal baik dari kemalasan, mengapa kita masih saja sayang untuk membuangnya dari hidup kita?
Tau ga ?
Kalo Kemalasan sering disebut
* Menangguhkan dan menunda-nunda apa yang seharusnya dilakukan
* Selalu mencari berbagai alasan untuk menghindari pekerjaan
* Suka membuang-buang waktu
* Bersikap masa bodoh dan tidak peduli terhadap apapun yang sedang terjadi di sekitarnya
Terus apakah kemalasan itu sendiri bisa dihilangkan?
Coba direnungkan/dipikirkan SEJENAK kemalasan itu seperti adanya sesuatu yang hilang(absent) dari dalam diri kita,
APAKAH ITU yaitu SEMANGAT. yap benar, KETIDAK ABSENT-AN SEMANGAT. lumpuh dan tak bergairah, lemas dan lunglai.
So dari manakah sumbernya semangat itu?
apakah patut kita paksakan? agar dia datang dengan cara bertidak tidak malas atau tiba-tiba mencoba untuk rajin
tapi sebenarnya kita masih malas? *PERCUMA, ITU SEMUA HANYALAH SEMU.
Sebenarnya semangat itu muncul tanpa adanya sebuah paksaan, dia muncul karena kita benar-benar
menyukai dan mencintai.
kalo kita belajar ke22nya, walhasil dia kan menghampiri dan setia menemani kita.

pembunuh berdarah dingin lainnya adalah RUTINITAS, camkan itu!
Comment by Dhika — September 13, 2006 @ 6:00 am
Semangat datang dari Gaji dan Tunjangan!!, camkan itu!!, eh salah ya kri…harusnya gue ngomong gitu sama bos kita
Comment by Pandu — September 13, 2006 @ 7:16 am